Ribuan Personel Gabungan dan Nelayan Bersama-sama Bongkar Pagar Laut Ilegal di Tangerang

saintgeorgesflushing – Ribuan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Polisi Air (Polair), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Badan Keamanan Laut (Bakamla), Pemerintah Provinsi Banten, serta nelayan setempat, secara serentak membongkar pagar laut di pesisir Tangerang, Banten, Rabu (22/1). Pembongkaran ini melibatkan sekitar 2.623 personel gabungan dan 1.115 nelayan.

Pembongkaran pagar laut sepanjang 30,16 kilometer ini dilakukan di beberapa titik, dimulai dari Pantai Tanjung Pasir hingga Pantai Kronjo. Proses pembongkaran ini dipantau langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho Saksono, dan Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah menegaskan bahwa pagar laut ini akan dibongkar karena dianggap ilegal dan merugikan nelayan setempat. Pembongkaran ini dilakukan setelah memberikan tenggat waktu dua hari kepada pemilik pagar untuk mengakui kepemilikan, namun tidak ada yang mengklaim.

ribuan-personel-gabungan-dan-nelayan-bersama-sama-bongkar-pagar-laut-ilegal-di-tangerang

Proses pembongkaran ini melibatkan puluhan kapal dari TNI AL, KKP, dan nelayan untuk mengangkut pagar bambu yang memiliki ketinggian 6 meter. Tiga kapal khusus TNI AL jenis Ranpur Amfibi LVT juga diterjunkan untuk membantu proses pembongkaran.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa pembongkaran pagar laut ini dilakukan untuk membuka akses laut bagi nelayan dan mencegah praktik ilegal yang merugikan masyarakat.

Pembongkaran pagar laut ini merupakan lanjutan dari operasi sebelumnya yang telah dimulai pada Sabtu (18/1), di mana personel TNI AL bersama nelayan berhasil membongkar pagar laut sepanjang 2,5 kilometer.

Dengan adanya pembongkaran ini, diharapkan akses laut bagi nelayan setempat dapat terbuka kembali dan praktik ilegal yang merugikan masyarakat dapat dihentikan.

TNI AL Mobilisasi 3 Tank Amfibi untuk Bongkar Pagar Laut Ilegal di Tangerang

saintgeorgesflushing – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan tiga tank amfibi untuk membongkar pagar laut ilegal yang terpasang di perairan Tangerang. Pagar laut yang terbuat dari bambu ini telah menghalangi akses nelayan setempat dan menimbulkan kontroversi sejak beberapa bulan terakhir.

Operasi pembongkaran pagar laut ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto dan dipimpin oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL III, Brigadir Jenderal Harry Indarto. Menurut Harry, operasi ini bertujuan untuk membuka akses laut bagi nelayan yang selama ini terhambat oleh pagar ilegal tersebut.

Pembongkaran pagar laut ini tidak mudah karena bambu yang digunakan telah tertanam di dasar laut selama berbulan-bulan dan terletak di perairan dangkal. Untuk mengatasi tantangan ini, TNI AL menggunakan kapal-kapal kecil dan bekerja sama dengan nelayan setempat untuk menarik pagar menggunakan tali.

Pagar laut ini telah menyebabkan kerugian ekonomi bagi nelayan setempat. Nelayan harus menempuh perjalanan lebih jauh dan menghabiskan lebih banyak bahan bakar untuk mencapai area penangkapan ikan, yang pada akhirnya mengurangi pendapatan mereka.

tni-al-mobilisasi-3-tank-amfibi-untuk-bongkar-pagar-laut-ilegal-di-tangerang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga terlibat dalam koordinasi dan investigasi terkait pembongkaran pagar laut ini. KKP telah menyegel pagar laut tersebut dan sedang menyelidiki pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar ilegal ini.

TNI AL berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan nelayan dalam proses pembongkaran pagar laut ini. Sementara itu, pemerintah melalui KKP juga berjanji untuk terus menyelidiki dan memastikan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan pagar ilegal ini diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Operasi pembongkaran pagar laut di Tangerang ini menunjukkan komitmen TNI AL dan pemerintah dalam melindungi hak-hak nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan laut. Dengan kerja sama yang baik antara TNI AL, nelayan, dan pemerintah, diharapkan akses laut bagi nelayan dapat segera pulih dan ekonomi mereka dapat kembali stabil.

TNI AL Evakuasi Korban Kecelakaan Laut di Perairan Karimun Besar, Kepri

saintgeorgesflushing – Pada hari Selasa, 7 Januari 2025, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui unsur Guspurlatam Koarmada I berhasil melakukan evakuasi terhadap korban kecelakaan laut di perairan Karimun Besar, Kepulauan Riau (Kepri). Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah kapal nelayan yang mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di laut.

Kecelakaan laut terjadi pada pagi hari ketika kapal nelayan tersebut sedang melaut. Tiba-tiba, mesin kapal mengalami kerusakan dan tidak dapat dioperasikan. Akibatnya, kapal tersebut terombang-ambing di laut dan tidak dapat kembali ke darat. Para nelayan yang berada di kapal tersebut segera menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan.

Mendapatkan laporan tersebut, TNI AL melalui unsur Guspurlatam Koarmada I segera merespon dengan cepat. Tim evakuasi yang terdiri dari personel TNI AL yang terlatih dan dilengkapi dengan peralatan evakuasi yang canggih segera dikerahkan ke lokasi kejadian.

Tim evakuasi TNI AL tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.00 WIB. Mereka segera melakukan koordinasi dengan para nelayan yang berada di kapal tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan keselamatan semua korban. Para nelayan dievakuasi satu per satu menggunakan perahu karet dan peralatan evakuasi lainnya.

Setelah semua korban berhasil dievakuasi, mereka langsung dibawa ke posko terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Para nelayan hanya mengalami luka ringan dan kelelahan akibat terombang-ambing di laut.

tni-al-evakuasi-korban-kecelakaan-laut-di-perairan-karimun-besar-kepri

Komandan Guspurlatam Koarmada I, Kolonel Laut (P) Andi Kusuma, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam evakuasi ini. “Kami sangat bangga dengan respon cepat dan profesionalisme seluruh personel yang terlibat. Ini adalah bukti nyata dari komitmen TNI AL dalam menjaga keselamatan masyarakat di laut,” ujarnya.

Kecelakaan laut ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk selalu memeriksa kondisi kapal dan peralatan sebelum melaut. TNI AL juga mengimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu waspada dan mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Dengan evakuasi yang berhasil ini, TNI AL kembali membuktikan peran pentingnya dalam menjaga keselamatan dan keamanan di laut. Semoga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.