Menelusuri Sejarah dan Keindahan Vihara Dharma Jaya Toasebio, Vihara Tertua di Jakarta

saintgeorgesflushing – Vihara Toasebio, yang kini bernama Vihara Dharma Jaya Toasebio, adalah salah satu tempat ibadah tertua di Jakarta. Terletak di Jalan Kemenangan III, Kelurahan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, vihara ini telah berdiri sejak tahun 1751 dan kini berusia 272 tahun.

Vihara Toasebio awalnya bernama Kelenteng Toasebio dan didirikan oleh sembilan orang, yaitu Ferdinand Kencana Jaya, Husin Buntara Sjarifudin, Husen Buntara Sjarifudin, Agustinawati, Rachman Santosa, Lauw Kiong Hoa, Wong Sem Fie, Harjanto, dan Mujadin Pangestu. Bangunan ini memiliki arsitektur yang khas dengan atap yang dihiasi naga dan warna merah yang mencolok. Vihara ini memiliki 18 altar dengan fungsi masing-masing, dan setiap altar diberi nomor untuk memberikan petunjuk kepada para pengunjung.

Pada bulan Juli 2023, Vihara Dharma Jaya Toasebio merayakan ulang tahun ke-272 dengan berbagai kegiatan yang dihadiri ribuan pengunjung. Perayaan dimulai dengan sembahyang di altar utama dan pemotongan tumpeng bersama para umat yang hadir. Selain itu, juga dirayakan hari Sejit Y. M. Kongco Cheng Goan Cheng Kun dan Y. M. Kongco Tian Kauw Ciong Kun.

Acara ini juga diisi dengan baksos pengobatan bagi pengunjung yang hadir dan Seminar Sejarah Y. M. Kongco Cheng Goan Cheng Kun serta Wihara Toasebio. Puncak perayaan dilakukan dengan kebaktian bersama Bhikkhu Sangha, makan malam bersama seluruh pengunjung, dan berbagai pertunjukan kebudayaan seperti Gambang Kromong, atraksi Barongsai, dan pertunjukan seni lainnya.

menelusuri-sejarah-dan-keindahan-vihara-dharma-jaya-toasebio-vihara-tertua-di-jakarta

Pada tahun 2022, Kementerian Agama menetapkan Vihara Dharma Jaya Toasebio sebagai prasasti sejarah. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan dihadiri oleh berbagai tokoh agama dan masyarakat. Prasasti ini bertujuan untuk mengingatkan pentingnya peduli dan mengerti sejarah serta memberikan penghormatan kepada para pendiri vihara.

Vihara Dharma Jaya Toasebio tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi saksi bisu sejarah panjang Jakarta. Dengan berbagai kegiatan dan perayaan yang diadakan, vihara ini terus menjaga tradisi dan kebudayaan Tionghoa di Jakarta. Kunjungan ke Vihara Toasebio memberikan pengalaman yang mendalam tentang sejarah dan budaya yang kaya di ibu kota Indonesia.

Kawasan Pecinan Glodok Ramai Dikunjungi Saat Imlek, Pernak-Pernik Laris Terjual

saintgeorgesflushing – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, kawasan Pecinan Glodok di Jakarta Barat kembali ramai dikunjungi warga yang berburu pernak-pernik dan hiasan khas Imlek. Sejumlah toko dan pedagang di kawasan ini menawarkan berbagai macam dekorasi dan pernak-pernik yang menjadi ciri khas perayaan Imlek.

Pengunjung dapat menemukan berbagai jenis pernak-pernik Imlek mulai dari amplop angpau, lampion, gantungan, kaus, hingga patung dewa-dewi yang dibanderol dengan harga mulai dari Rp5 ribu hingga Rp6 juta. Selain itu, ada juga hiasan dinding, pohon sakura, dan aksesoris lainnya yang menambah semarak suasana perayaan Imlek.

Kawasan Glodok, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan legendaris di Jakarta, selalu menjadi destinasi favorit bagi mereka yang ingin menyambut Tahun Baru Imlek. Menjelang perayaan ini, penjualan pernak-pernik Imlek di kawasan tersebut mengalami lonjakan signifikan. Pedagang musiman juga turut meramaikan jalanan Pecinan Glodok dengan berbagai pernak-pernik khas Imlek yang dijual di sepanjang trotoar Jalan Pancoran.

Suasana di kawasan Pecinan Glodok semakin terasa meriah dengan dekorasi Tahun Baru Imlek yang terlihat di jalanan. Orang-orang menantikan perayaan Festival Musim Semi yang akan jatuh pada 29 Januari 2025. Berbagai toko menawarkan aneka pernak-pernik khas Imlek seperti lampion, gantungan, kaus, hingga patung kucing keberuntungan.

kawasan-pecinan-glodok-ramai-dikunjungi-saat-imlek-pernak-pernik-laris-terjual

Para pedagang di Glodok optimis dengan penjualan mereka menjelang Imlek. Riyadi, salah satu pedagang di Glodok, mengatakan bahwa penjualan amplop angpau dan lampion sangat laris. “Penjualan kami meningkat dibandingkan tahun lalu. Kami berharap penjualan akan terus baik hingga perayaan Imlek,” ujarnya.

Bagi yang ingin berbelanja pernak-pernik Imlek, Glodok adalah tempat yang tepat. Selain harga yang terjangkau, kualitas barang yang ditawarkan juga sangat baik. Pengunjung dapat menemukan berbagai macam pernak-pernik Imlek dengan mudah di kawasan ini.

Dengan semaraknya perayaan Imlek di kawasan Pecinan Glodok, warga Jakarta dan sekitarnya memiliki kesempatan untuk merayakan tahun baru dengan penuh kegembiraan dan semangat.

Inovasi Pengendalian Demam Berdarah: DKI Jakarta Menyiapkan Pilot Project Nyamuk Wolbachia

saintgeorgesflushing.org – Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang menunggu hasil dari survei kesiapan masyarakat sebelum mengimplementasikan rencana distribusi nyamuk Aedes aegypti yang telah dimodifikasi dengan bakteri Wolbachia. Tujuan utama dari distribusi ini adalah untuk mengendalikan dan mengurangi prevalensi demam berdarah dengue (DBD) di wilayah tersebut.

Lokasi dan Jadwal Implementasi

Menurut Ani Ruspitawati, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pelepasan nyamuk ini akan diawali di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Program ini akan diperluas ke seluruh kecamatan di Jakarta Barat, bergantung pada respons dan kesiapan masyarakat yang diukur melalui survei yang sedang berlangsung. “Kami akan menyesuaikan jadwal pelepasan nyamuk berdasarkan hasil survei. Jika masyarakat telah siap, kami akan segera memulai,” ucap Ani Ruspitawati dalam sebuah kesempatan di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

Metode Survei

Survei yang dilakukan ditujukan untuk menilai dukungan masyarakat terhadap program ini, yang melibatkan partisipan dari berbagai kelompok umur dan lapisan masyarakat. “Program ini memerlukan partisipasi aktif masyarakat, yang termasuk dalam merawat ember-ember yang berisi jentik nyamuk sampai berkembang menjadi nyamuk dewasa untuk kemudian dilepas,” jelas Ani.

Tren Kasus Demam Berdarah

Dalam konteks yang lebih luas, Ani Ruspitawati menyampaikan bahwa terdapat tren penurunan dalam kasus demam berdarah di Jakarta. Berdasarkan data, jumlah kasus meningkat dari 2,200 pada Maret menjadi 3,164 pada April, tetapi mengalami penurunan menjadi 3,019 pada Mei dan turun secara signifikan menjadi 622 kasus hingga pertengahan Juni. Sejak Januari, telah tercatat 27 kematian akibat DBD.

Inisiatif Percontohan Nasional

Dalam upaya nasional, Kementerian Kesehatan akan meluncurkan proyek percontohan untuk penyebaran nyamuk Wolbachia di lima kota di Indonesia, yaitu Jakarta Barat, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Bontang (Kalimantan Timur), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam usaha penurunan angka kejadian DBD di Indonesia.

Keseluruhan program ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam mengurangi kasus demam berdarah dengue, dengan melibatkan dan memanfaatkan dukungan komunitas lokal dalam usaha pengendalian vektor penyakit.