Tragedi Pesawat Jeju Air: Korea Selatan Gelar Masa Berkabung Nasional Selama 7 Hari

saintgeorgesflushing – Korea Selatan memasuki masa berkabung nasional selama tujuh hari setelah insiden tragis yang menewaskan 179 penumpang pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan. Masa berkabung ini berlaku mulai 29 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025.

Pesawat penumpang Jeju Air, nomor penerbangan 7C2216, mengalami kecelakaan tragis pada Minggu pagi, 29 Desember 2024, sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Pesawat Boeing 737-800 yang membawa 181 orang, termasuk enam awak kabin, keluar dari landasan pacu saat mendarat di Bandara Internasional Muan. Pesawat tersebut terbakar setelah menabrak pagar bandara, dan hanya dua awak kabin yang selamat dengan luka-luka serius.

Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok, mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Selama masa berkabung, bendera di lembaga publik akan diturunkan setengah tiang, dan pejabat publik akan mengenakan pita berkabung sebagai tanda penghormatan.

Altar peringatan bersama akan didirikan di lokasi kecelakaan serta di 17 wilayah lain, termasuk Gwangju, Seoul, dan Sejong. Pemerintah juga menetapkan Kabupaten Muan sebagai area bencana khusus, yang akan mendapatkan dukungan penuh dari negara untuk upaya pemulihan, bantuan kepada keluarga yang berduka, dan perawatan bagi yang terluka.

Di tengah duka nasional, berbagai acara hiburan di Korea Selatan turut disesuaikan. MBC mengumumkan pembatalan sesi foto untuk acara 2024 MBC Entertainment Awards yang sebelumnya dijadwalkan pada pukul 19.00 KST, 29 Desember 2024. Meski demikian, acara penghargaan tetap dilanjutkan dan dijadwalkan tayang pukul 20.30 KST.

tragedi-pesawat-jeju-air-korea-selatan-gelar-masa-berkabung-nasional-selama-7-hari

KBS juga mengambil langkah serupa dengan tidak menayangkan program hiburan akhir pekan seperti “2 Days & 1 Night” dan “Gag Concert”. Sementara itu, SBS dilaporkan tengah mendiskusikan kemungkinan pembatalan program hiburan hariannya, termasuk “Running Man”, “My Ugly Duckling”, serta acara 2024 SBS Entertainment Awards.

Investigasi terkait penyebab kecelakaan pesawat masih berlangsung. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kegagalan mekanis setelah serangan burung menjadi salah satu kemungkinan penyebab insiden. Kotak hitam pesawat telah ditemukan, namun alat perekam suara kokpit belum ditemukan. Tim investigasi dari Amerika Serikat, termasuk National Transportation Safety Board (NTSB) dan Boeing, juga telah tiba di Korea Selatan untuk membantu dalam penyelidikan.

Choi Sang-mok menekankan pentingnya solidaritas nasional selama masa berkabung. Semua kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga publik akan menurunkan bendera setengah tiang, dan pejabat publik akan mengenakan pita berkabung. Keselamatan warga akan menjadi prioritas utama di tengah situasi sulit ini.

Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada para korban dan keluarga yang berduka. Upaya pemulihan, bantuan kepada keluarga yang berduka, dan perawatan medis bagi yang terluka akan menjadi fokus utama selama masa berkabung nasional ini.

Insiden ini menjadi tragedi besar bagi Korea Selatan dan menarik perhatian nasional. Semua pihak berharap bahwa investigasi akan segera memberikan jawaban yang jelas mengenai penyebab kecelakaan dan langkah-langkah preventif yang diperlukan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Tragedi Pesawat Jeju Air di Bandara Muan: Keluarga dan Kerabat Penuhi Bandara, 174 Tewas

saintgeorgesflushing – Kecelakaan tragis menimpa penerbangan Jeju Air nomor 7 C2216 di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu pagi (29/12). Pesawat yang membawa 175 penumpang dan enam awak kabin dari Bangkok, Thailand, mengalami kecelakaan saat mencoba mendarat sekitar pukul 09.00 pagi waktu setempat. Tragedi ini telah menewaskan 174 orang, dengan hanya dua awak kabin yang berhasil diselamatkan dalam kondisi luka parah.

Pesawat Boeing 737-800 tersebut dilaporkan mengalami masalah pada roda pendaratannya saat mencoba mendarat di landasan pacu 08/26. Pesawat terlihat meluncur di landasan dengan roda yang tidak terbuka dan akhirnya keluar dari landasan, menabrak dinding dan meledak menjadi bola api besar. Bagian ekor pesawat adalah satu-satunya bagian yang masih dapat dikenali dari puing-puing yang tersisa.

Tim penyelamat segera tiba di lokasi dan berhasil menyelamatkan dua awak kabin dari bagian ekor pesawat. Namun, seluruh penumpang lainnya dianggap tewas. Investigasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan ini mungkin disebabkan oleh benturan dengan burung yang menyebabkan kerusakan pada roda pendaratan. Menara kontrol bandara sempat mengeluarkan peringatan benturan burung sebelum pesawat menyatakan keadaan darurat dan mencoba mendarat.

Keluarga dan kerabat penumpang segera memenuhi bandara setelah mendengar kabar kecelakaan. Mereka tampak sangat terpukul dan menunggu dengan cemas di area kedatangan bandara. Suasana di bandara sangat kacau, dengan kendaraan jenazah yang berjajar untuk mengangkut korban dan kamar mayat sementara yang didirikan untuk menangani jumlah korban yang besar.

tragedi-pesawat-jeju-air-di-bandara-muan-keluarga-dan-kerabat-penuhi-bandara-174-tewas

CEO Jeju Air, Kim E-bae, telah meminta maaf secara terbuka dan menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama penuh dengan penyelidik serta menjadikan dukungan kepada keluarga korban sebagai prioritas utama. Boeing, produsen pesawat, juga menyatakan belasungkawa dan siap memberikan dukungan selama proses investigasi berlangsung.

Kecelakaan ini merupakan tragedi terbesar dalam sejarah penerbangan Korea Selatan dan menjadi pengingat akan risiko yang terlibat dalam perjalanan udara. Pemerintah Korea Selatan telah mengerahkan semua sumber daya yang tersedia untuk menangani dampak dari bencana ini dan memberikan dukungan kepada keluarga korban yang berduka.