Strategi Global AS: Menguatkan Aliansi untuk Membatasi Akses Teknologi Semikonduktor China

saintgeorgesflushing.org – Administrasi Joe Biden terus menerus mengambil langkah-langkah strategis untuk membatasi kemajuan teknologi China. Baru-baru ini, delegasi Amerika Serikat mengadakan pertemuan di Jepang, setelah melakukan diskusi serupa dengan pemerintah Belanda.

Berdasarkan laporan dari Reuters yang mengutip sumber terpercaya, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengajak negara-negara sekutu agar lebih memperketat kontrol terhadap kemampuan China dalam mengakses teknologi pembuatan semikonduktor canggih.

Alan Estevez, Kepala Kebijakan Ekspor Amerika Serikat, melakukan kunjungan ke Jepang dan Belanda minggu ini untuk memperkuat kerja sama yang sudah dijalin ketiga negara sejak tahun 2023. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk membatasi akses China terhadap alat-alat pembuatan chip, dengan kekhawatiran bahwa China dapat menggunakan teknologi tersebut untuk meningkatkan kemampuan militernya, termasuk dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Menanggapi tindakan Amerika Serikat, Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menyatakan penentangannya terhadap usaha Amerika untuk menghambat perkembangan industri semikonduktor China dengan melibatkan negara lain. “Tindakan Amerika ini akan menghambat perkembangan industri semikonduktor secara global dan akhirnya akan merugikan mereka sendiri,” ujar Lin dalam konferensi pers di Beijing, seperti dikutip dari Reuters pada tanggal 20 Juni 2024.

Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2022, Amerika Serikat pertama kali menerapkan kebijakan yang membatasi ekspor chip canggih dan peralatan pembuatan chip ke China, melarang perusahaan seperti Nvidia dan Lam Research dari menjual produk mereka ke China.

Pada Juli 2023, Amerika Serikat juga mendesak perusahaan-perusahaan asal Jepang, termasuk Nikon dan Tokyo Electron, untuk menghentikan ekspor 23 jenis alat pembuat chip ke China.

Lebih lanjut, pemerintah Belanda telah memperkenalkan persyaratan lisensi baru untuk peralatan DUV dari ASML yang akan diekspor ke China. Dengan regulasi baru ini, pelanggan di China akan menghadapi kesulitan lebih besar dalam mendapatkan mesin pembuat chip canggih setelah tanggal 1 Januari 2024.

ASML, yang merupakan produsen alat pembuat chip terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, menjadi salah satu fokus dalam pembatasan ekspor ini.

Pengesahan Undang-Undang di AS Berpotensi Membatasi Operasional TikTok

saintgeorgesflushing.org – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah meratifikasi sebuah undang-undang pada tanggal 24 April yang mengandung implikasi signifikan bagi aplikasi berbagi video populer, TikTok. Penandatanganan undang-undang ini dilakukan setelah Kongres menyetujui RUU tersebut, yang merupakan bagian integral dari paket bantuan luar negeri yang ditujukan untuk Israel dan Ukraina.

Dampak Potensial Terhadap TikTok

Dengan pengesahan undang-undang ini, ByteDance, perusahaan induk TikTok, menghadapi mandat untuk melepaskan kepemilikan aplikasi tersebut dalam pasar Amerika Serikat dalam kurun waktu 270 hari. Kegagalan untuk mematuhi ketentuan ini berisiko mengakibatkan penghapusan aplikasi TikTok dari toko aplikasi dan layanan hosting internet di Amerika Serikat.

Posisi TikTok Menghadapi Tantangan Regulator

Dalam menghadapi kemungkinan pembatasan operasionalnya di Amerika Serikat, TikTok telah menyatakan kesiapannya untuk menantang undang-undang tersebut melalui tindakan hukum. CEO TikTok, Shou Chew, menegaskan bahwa perusahaan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kelanjutan layanannya di pasar AS.

Sejarah Legislatif RUU TikTok

Sebelumnya, RUU yang berkaitan dengan pengaturan TikTok telah mengalami kebuntuan di Senat setelah mendapat persetujuan dari DPR pada bulan Maret. Dalam upaya untuk mendapatkan dukungan legislatif, Partai Republik telah menyertakan RUU yang telah direvisi ke dalam paket bantuan luar negeri, dengan harapan bahwa urgensi dari paket tersebut akan mendukung percepatan pengesahan RUU TikTok.

Konsekuensi Jika ByteDance Tidak Menjual TikTok

Apabila ByteDance tidak mematuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan, ada kemungkinan bahwa akses pengguna Amerika Serikat terhadap TikTok akan terputus pada pertengahan Januari. Saat ini, akses terhadap aplikasi ini masih tetap terbuka bagi pengguna di Amerika Serikat.

Kebijakan Ekspor Tiongkok Sebagai Variabel Kunci

Kebijakan ekspor Tiongkok, yang secara eksplisit mengatur algoritma dan teknologi lainnya, dapat berperan sebagai faktor penghambat dalam upaya ByteDance untuk menjual TikTok sesuai dengan tuntutan undang-undang Amerika Serikat. Ketentuan ini dapat menghalangi penyerahan teknologi algoritma, yang merupakan komponen kritikal yang menentukan keberhasilan TikTok di pasar global.